iklan

Header Ads

TREND ARSITEKTUR


           Perkembangan zaman sangat berpengaruh dalam merancang dan memutuskan langgam atau gaya sebuah bangunan. Selain karena keinginan personal arsitek atau pemilik bangunan, tren arsitektur yang sedang populer juga dapat menjadi pertimbangan dalam merancang bangunan. Berbicara mengenai trend arsitektur, berikut adalah ulasan beberapa tren arsitektur yang diminati oleh para arsitek :

1.      Konsep Green Architecture



Konsep ini merupakan konsep untuk meminimalkan dampak buruk terhadap lingkungan dan menghasilkan lingkungan yang lebih baik dan lebih sehat dengan cara memanfaatkan sumber energi dan SDA dengan efisien. Green dapat diinterpretasikn sebagai sustainable (berkelanjutan), earthfriendly (ramah lingkungan), dan high performance building (bangunan berperforma sangat baik). Beberapa prinsip konsep Green Architecture adalah :
1)      Hemat energi
2)      Sesuai kondisi iklim setempat
3)      Material daur ulang
4)      Sehat
5)      Merespon keadaan tapak bangunan, memperhatikan pengguna dan kebutuhan bangunan




2.      Arsitektur modern dan minimalis



Dalam desain arsitektur minimalis modern, desain bangunan hanya menggunakan kebutuhan yang paling mendasar. Minimalis dalam arsitektur menekankan pada hal-hal yang bersifat esensial dan fungsional. Bentuk-bentuk yang geometris dan tanpa dekorasi menjadi karakter arsitektur minimalis. Pengaplikasian yang lebih sederhana, mudah, dan minim budget menjadikan gaya arsitektur modern dan minimalis menjadi pilihan favorit masyarakat.  
Arsitek minimalis mempunyai motto “listen to figure”, dengan mencari esensi kesederhanaan dengan menemukan kembali kualitas berharga dalam bahan yang sederhana dan umum. Ide mengenai kesederhanaan sebenarnya muncul di berbagai budaya, terutama di Jepang dengan budaya Zen. Orang Jepang memanipulasi budaya Zen ke dalam estetika dan desain bangunan mereka. Ide mengenai arsitektur Jepang ini mempengaruhi budaya Barat terutama Amerika sejak pertengahan abad ke-18, dan juga menginspirasi munculnya arsitektur minimalis di abad ke-19. Konsep kesederhanaan Zen ini banyak berbicara mengenai ide kebebasan dan esensi hidup.


3.      Arsitektur Industrial


Gaya arsitektur industrial biasanya berwarna monokrom dan terkesan maskulin. Beberapa material yang digunakan cenderung kasar seperti logam dan baja yang diekspos untuk menunjukkan karakter industrial. Material yang digunakan juga memakai bahan-bahan yang didaur ulang atau bahan industri seperti kaca, besi, dan alumunium yang diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan elemen interior yang menarik.

Kolom serta struktur atap sengaja dibiarkan terlihat dengan jelas, beberapa ada yang di-finishing, tetapi ada juga yang unfinish. Salah satu yang paling terlihat dari gaya industrial adalah ekspos tampilan batu bata. Pemakaian lantai beton juga sering diterapkan untuk memberi kesan kuat.
4.      Arsitektur Futuristik

Meski lebih umum diterapkan pada bangunan komersial berskala besar, arsitektur futuristik kini perlahan mulai dilirik sebagai salah satu gaya arsitektur yang bisa jadi pilihan desain arsitektur residensial. Tren futuristik pada arsitektur merupakan penerus saat arsitektur modern mulai menjadi trend beberapa tahun lalu.


Burj Khalifa saat ini merupakan gedung tertinggi di dunia. Gedung ini didesain oleh grup arsitek Skidmore, Owings dan Merrill, yang juga merancang gedung One World Trade Center yang baru. Desain gedung ini menyerupai bunga lili dari jenis Hymenocallis. Tiga elemen menara bertemu di pusat bangunan dengan puncak menara yang runcing. Burj Khalifa memiliki bentuk Y yang memiliki dua fungsi. Pertama, memberikan keseimbangan untuk pondasi gedung. Kedua, memaksimalkan pemandangan Teluk Arab.
5.      Arsitektur Tematik

Perkembangan dan komdisi sosial politik sangat mempengaruhi tema perancangan bangunan. Seperti krisis ekonomi memunculkan tema efisiensi, sedangkan postmodernisme memunculkan bangunan dngan tema tema dekoratif. Tema pun dapat muncul dari imajinasi arsitek atau pemilik bangunan sesuai kebutuhan ruang hingga hobi dan pekerjaan. Contoh bangunan arsitektur tematik adalah rancangan arsitektur rumah piano dengan totalitas bentuk, rumah Jawa dengan implementasi elemen-elemen arsitektur Jawa secara eksplisit, dan berbagai rumah dengan tema arsitektur berbeda namun diwujudkan secara total dan eksplisit.





Sumber :


Posting Komentar

0 Komentar